Postingan

Resume AD ART PGRI

Gambar
Flyer Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Selasa, 9 November 2021 merupakan hari pertama Workshop Pengembangan Kompetesi Guru  yang diselenggarakan oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Musi Rawas. Sedari awal pembukaan penyelenggaran ini, sudah sangat menarik semua peserta. Termasuk kami seluruh guru SDN Negeri Pasenan. Untuk mengikuti kegiatan ini, handphone semua guru di letakkan pada kusen jendela kantor.  Kusen jendela kantor menjadi salah satu pojok istimewa kami untuk menangkap jaringan sinyal. Karena di sudut kantro inilah jaringan sinyal mudah didapatkan. Usaha kami tak sia-sia, sehingga kami dapat mengikuti workshop melalui zoom dengan baik walau tak jarang kami sering terpental. Materi demi materi sudah mulai disampaikan sejak moderator memperilahkan pemateri menyamapikan materi yang sudah disiapkannya. Nah, salah satu pemateri dalam workshop ini adalah seorang bapak yang selain tugas pokoknya sebagai pendidik, beliau ini juga seorang blogger yan...

Pejuang Tilawah di Hari Pertama Ramadhan

Gambar
Riuh suara anak-anak samar terdengar melalui gendang telinga. Rasanya mata masih enggan untuk membuka. Namun, alunan suara dengan iringan pukulan benda berbahan plastik makin terdengar jelas. Sahur.. sahur.. sahur... Waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 WIB. Bergegas langkah menuju bagian belakang rumah untuk berwudhu. Mensejajarkan kening dan hidung seraya berbisik pada semesta berharap pada Rabb semesta alam semoga untaian do'a dapat melangit seiring tak henti-hentinya terus berusaha menengadah bersamaan dengan sepasang telapak tangan mungil ini. Iya, sepasang tangan yang tak ada kekuatan kecuali atas pertolongan-Nya. Sahur pertama pada tahun ini, masih berada di tanah rantau. Sengaja tidak pulang ke rumah orang tua. Istilah tanggung, InsyaAllah sekalian nanti pulang saat menjelang lebaran tiba. Hehe. Alhamdulillah, makan sahur terasa nikmat. Tak lupa minum suplemen agar puasa pertama badan tetap terasa fit. Sembari menunggu adzan subuh, saya melanjutkan tilawah.  Kurang lebih sud...

Cara Praktis Mengubah Karya Ilmiah Menjadi Buku yang Seru Menurut Ibu Nora

Gambar
Pertemuan ke-4 pada WAG belajar menulis gelombang 18 kali ini dibuka oleh Om Jay. Om Jay mengatakan jika naraseumber pada pertemuan kali ini adalah ibu Nora dari Semarang. Harapannya, semoga dalam pertemuan kali ini ibu Nora dapat berbagi ilmu dan pengalamannya untuk kita semua. Tema pada kelas perdana pada siang hari kali ini adalah karya ilmiah jadi buku yang seru. Menarik menurut saya, karena ini kali pertama saya mendapatkan materi bertema demikian. Om Jay sendiri sudah melakukannya. Hasil laporan penelitian tindakan kelas atau PTK yang Om Jay buat, bisa menjadi buku dengan judul Melejitkan Keterampilan Menulis Siswa Melalui Pembuatan Buku Fiksi dan Non Fiksi. Suatu anugerah bagi Om Jay, beliau sangat bersyukur karena sampai sekarang buku tersebut masih banjir pesanan. Tak tanggung-tanggung, berkat hasil dari buku tersebut Om Jay bisa belajar singkat tentang STEAM di negera tirai bambu, China selama 21 hari. Keren kan Om Jay! Cerita singkat mengenai pengalaman Om Jay dalam menulis ...

Semangat menulis dari Bu Kanjeng

Gambar
Senin malam, 5 April 2021 pukul 19.00 WIB merupakan awal kegiatan belajar menulis gelombang 18 pertemuan pertama dengan narasumber habat Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Bu Aam selaku moderator dalam agenda ini telah memaparkan profil yang biasa disapa dengan nama Bu Kanjeng ini dengan apik. Saya membaca hingga tuntas profil beliau. Sungguh saya jadi malu dengan diri sendiri, karena membaca profil Bu Kanjeng dengan usia yang tak lagi muda, beliau sangat aktif dan bersemangat untuk terus menulis. Apalagi setelah berkunjung ke blog beliau, Maa Syaa Allah jadi penyemangat saya untuk belajar menulis. Ternyata proses Bu Kanjeng menulis sebuah buku cukup panjang, diawali dengan kecintaan beliau membaca buku sejak SD hingga remaja, dewasa hingga akhirnya menjadi seorang guru. Sempat terhenti dan mulai menulis kembali menjelang usia 50 tahun saat mengambil S2. Setelah jeda 25 tahun yang memaksa beliau untuk berkenalan dengan komputer dan internet. Hingga akhirnya beliau mengenal dunia medsos.  P...

Terima Kasih SM-3T

Gambar
Menjadi guru adalah cita-cita saya sejak kecil. Saat itu, dalam pikiran saya, menjadi guru sangatlah menyenangkan, datang ke sekolah dan menilai tugas anak-anak merupakan hal yang sangat menarik. "Nanti, kalo sudah besar mau jadi apa?"  "Jadi guru." Jawabku polos ketika itu saat salah satu tetangga bertanya ketika saya berjalan pulang sekolah menuju rumah. Alhamdulillah, setelah lulus dari SMA, saya berkesempatan menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Atas Izin-Nya cita-cita saya terwujud, dapat belajar pada fakultas yang mencetak generasi guru ini. Kurang lebih 4,5 tahun, saya dapat menyelesaikan kuliah dengan mendapat gelar sarjana pendidikan. Sebagai anak rantau, akhirnya saya putuskan kembali ke kampung halaman dengan niat melatih diri untuk menjadi guru di tanah kelahiran.  Setelah berada di kampung halaman, ternyata harapan tak sesuai dengan ekspektasi. Pengajuan surat lamaran pekerjaan ke sekolah-sekolah belum terl...