Terima Kasih SM-3T

Menjadi guru adalah cita-cita saya sejak kecil. Saat itu, dalam pikiran saya, menjadi guru sangatlah menyenangkan, datang ke sekolah dan menilai tugas anak-anak merupakan hal yang sangat menarik.

"Nanti, kalo sudah besar mau jadi apa?" 

"Jadi guru." Jawabku polos ketika itu saat salah satu tetangga bertanya ketika saya berjalan pulang sekolah menuju rumah.

Alhamdulillah, setelah lulus dari SMA, saya berkesempatan menempuh pendidikan di perguruan tinggi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Atas Izin-Nya cita-cita saya terwujud, dapat belajar pada fakultas yang mencetak generasi guru ini. Kurang lebih 4,5 tahun, saya dapat menyelesaikan kuliah dengan mendapat gelar sarjana pendidikan. Sebagai anak rantau, akhirnya saya putuskan kembali ke kampung halaman dengan niat melatih diri untuk menjadi guru di tanah kelahiran. 

Setelah berada di kampung halaman, ternyata harapan tak sesuai dengan ekspektasi. Pengajuan surat lamaran pekerjaan ke sekolah-sekolah belum terlihat hasilnya. Hingga pada suatu hari, salah satu teman kuliah memberikan informasi mengenai program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi saat itu bahwa ada program yang namanya SM-3T yang merupakan singkatan dari sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal. Program SM-3T adalah program pengabdian sarjana pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T selama satu tahun sebagai penyiapan pendidik profesional yang akan dilanjutkan dengan program pendidikan profesi guru (PPG).

Berdasarkan informasi tersebut, meyakinkan diri ini untuk mencoba mengikuti program yang sudah dijalankan oleh pemerintah selama dua tahun itu. Program yang rencana akan saya ikuti ini terselenggara pada tahun 2013 dan merupakan angkatan ketiga. Untuk mengikuti program SM-3T ini tentunya harus menjalankan beberapa tahap proses seleksi.

Proses seleksi cukup ketat. Saat itu warnet (warung internet) masih tenar. Masih banyak para pelajar dan mahasiswa mendatanginya, termasuk saya saat itu. Warnet sangat membantu saya dalam proses awal untuk mengikuti program SM-3T, karena semua berkas untuk mengikuti program ini dikirim melalui online. Tahapan seleksinya berupa tes administrasi, tes online meliputi tes potensi akademik,tes kemampuan dasar dan tes kompetensi bidang,  tes wawancara, dan tahap terakhir prakondisi sebelum keberangkatan ke daerah sasaran. LPTK Universitas Negeri Jakarta (UNJ) saat itu menjadi pilihan lokasi saya untuk mengikuti program SM-3T. Melalui beberapa tahapan seleksi, bersyukur sekali saya lolos dan berkesempatan mengabdi selama satu tahun di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Tinggal dan menetap sementara selama satu tahun di wilayah kepulauan, tak terbayang sebelumnya. Namun, saya sangat bersyukur kepada Allah Subhana Wa Ta'ala. Melalui program SM-3T banyak sekali pengalaman yang didapatkan dan salah satu pengalaman paling berkesan, saya bisa naik pesawat untuk pertama kalinya. Terima Kasih SM-3T.

Prakondisi di Markas KOPASSUS Sawangan, Depok (Dok. Pribadi)
                          


Di Bandara Soeta sebelum keberangkatan menuju Bandara Samratulangi, Manado. (Dok. Pribadi)
                  


Tiba di Bandara Samratulangi, Manado. (Dok. Pribadi)




Komentar

  1. Terima kasih pak, saya yakin pengalaman pak Santo lebih menarik dan menyenangkan.

    BalasHapus
  2. hebat bisa naik peswat terbang, semoga bisa keliling dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Terima kasih omjay, saya yakin omjay sdh sering naik pesawat dan akan keliling dunia.

      Hapus
  3. Pengalaman yang sangat berharga semoga makin sukses ke depan ...aamiin

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Terima kasih pak, ditunggu kisah di Simeulue

      Hapus
  5. Semoga sukses menjalankan amanah yang diberikan.
    Tetap semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin..
      Terima kasih ibu..
      Tetap semangat juga untuk ibu di sana..

      Hapus
  6. Kenangan yg tak terlupakan selamat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah
      Betul sekali pak
      Terima kasih..

      Hapus
  7. Pengalaman serta perjalanan yg sangat indah..smg ilmu serta pengalaman yg d dapat sllu bermanfaat(sukses sllu doa dr mama rahel skluarga)

    BalasHapus
  8. Pengalaman yg paling berharga dan indah. Semoga sukses terus yo bu tuk kedepannya.

    BalasHapus
  9. Pengalaman yg paling berharga dan indah. Semoga sukses terus yo bu tuk kedepannya.

    BalasHapus
  10. Jadi ingat masa² berjuang sm3T 😇

    BalasHapus
  11. Terimakasih SM3T, smoga bisa kumpul lagiiii :)

    BalasHapus
  12. Bersyukur Bu daapt kesempatan dan pengalaman yang sangat berharga..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pejuang Tilawah di Hari Pertama Ramadhan

YUNA

Semangat menulis dari Bu Kanjeng